Autumn

When the leaves turn brown, the scent of the air is the best, you must be in autumn...

Winter

Suddenly tiny ice flakes fell down and all of places turn into romantic sites

Light Pageant

One of most beautiful site I visited in Japan

Line Follower Robot

Simple but very precious for me. Roughly speaking it does change my life up to now.

Laboratory card member

Currently student in Nakazawa Laboratory, Tohoku University. Lab's specialty is Ultrahigh speed optical communication.

Labortory Experiment

Ultrahigh Speed Optical Communication

Showing posts with label dakwah. Show all posts
Showing posts with label dakwah. Show all posts

Meneladani Imam Syafi'i

Imam Syafi'i berkata, kehebatan seseorang terletak pada 3 perkara:
1. Kemampuan menyembunyikan kemelaratan, sehingga orang lain menyangkamu berkecukupan karena kamu tidak pernah meminta.
2. Kemampuan menyembunyikan amarah, sehingga orang mengiramu merasa ridha.
3. Kemampuan menyembunyikan kesusahan, sehingga orang lain mengiramu merasa senang.

Imam syafi’i adalah salah satu dari empat imam madzhab, nama aslinya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Idris As Syafi’i.

Lahir di gaza, palestina pada tahun 150 hijriah dan masih memiliki jalur nassab dengan Rasulullah salallahu alaihi wassallam. Ayah imam syafi’i memiliki jalur nassab yang bertemu dengan nassab Rasulullah salallahu alaihi wassallam di ‘Abdu Manaf bin Qushay (kakek ketiga rasulullah) dan ibunya masih merupakan cicit Ali bin Abi Thalib r.a.

Semenjak usia 9 tahun, beliau sudah bisa menghafal (hafidz) al-quran 30 juz. Setahun kemudian beliau menghafal 1.720 hadis karangan imam malik dalam kitab Al Muwatha’.

Imam syafi’i memiliki kecerdasan yang tinggi bahkan ketika beliau masih berumur 15 tahun beliau sudah dipercaya untuk bisa memberikan fatwa di kota mekah.

Semakin banyaknya ilmu yang dimiliki Imam Syafi’i tidak membuat ia lantas sombong. Namun sebaliknya, dia semakin merendah, semakin tawadhu, dan semakin kuat imanya karena semakin mengenal kebesaran Tuhannya.

Prilakunya pun semakin berwibawa, semakin bijaksana, semakin cerdas, dan semakin tawadhu atas dasar sifat inilah imam syafi’i tidak pernah putus untuk menuntut ilmu.

Perkataan-perkataan Imam Syafi’i tidak pernah mengandung kata-kata kebatilan. Melainkan sebaliknya, kata-kata yang keluar tersyirat banyak makna, kewibawaan, kebijaksaan, dan kebaikan untuk umat islam di dunia.



Tips Mengendalikan Amarah dalam Islam (How to Control your Anger as a Moslem)

source in Bahasa Indonesia from www.lampuislam.blogspot.com



"For those who can resist back his anger, while he could shout it, then Allah SWT will call him in front of everything. After that Allah SWT will ask him to choose angles from jannah and marry her." (HR Ahmad).

Barang siapa yang dapat menahan amarahnya, sementara ia dapat meluapkannya, maka Allah akan memanggilnya di hadapan segenap mahluk. Setelah itu, Allah menyuruhnya memilih bidadari surga dan menikahkannya dengan siapa yang ia kehendaki.” (HR Ahmad).

Begitu istimewanya imbalan yang diberikan bagi orang yang dapat mengendalikan amarahnya, sampai Allah pun mempersilahkan ia untuk memilih bidadari surga yang ia suka. Lalu, bagaimana caranya mengendalikan amarah? 

Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitab Mausuu’atul Aadaab al-Islamiyahmengungkapkan hendaknya seorang Muslim memperhatikan adab-abad yang berkaitan dengan marah. Berikut adab atau cara mengendalikan marah menurut Islam:
How to control you anger. Here's the steps:
  1. Jangan marah kecuali karena Allah SWT. Marah karena Allah merupakan sesuatu yang disukai dan mendapatkan pahala. Seorang Muslim yang marah karena hukum Allah diabaikan merupakan contoh marah karena Allah, misalnya marah ketika menyaksikan perbuatan haram. Never get angry except for the sake of Allah. For example, you can be angry when you see something haram.
  2. Berlemah lembut dan tak marah karena urusan dunia. Sesungguhnya semua kemarahan itu buruk, kecuali karena Allah SWT. Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada mengingatkan, kemarahan kerap berujung pada pertikaian dan perselisihan yang dapat menjerumuskan manusia ke dalam dosa besar dan dapat pula memutuskan silaturahim. Never get angry for any dunya thingy. Every anger is bad except for the sake of Allah SWT. Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada reminded us, anger usually lead us into fight and war which could drag humans into very big sin. Moreover it may cut sillaturahim between moslem.
  3. Mengingat keagungan dan kekuasaan Allah ketika marah. Ketika mengingat kebesaran Allah SWT, maka kemarahan bisa diredam. Bahkan, mungkin tak jadi marah sama sekali. Itulah adab paling bermanfaat yang dapat menolong seseorang untuk berlaku santun dan sabar. Always remember of Allah's power. When you remember Allah is The Biggest among all, The Powerfull among all, your anger may disappear. This is how someone usually manages his anger.
  4. Menahan dan meredam amarah jika telah muncul. Allah SWT menyukai seseorang yang dapat menahan dan meredam amarahnya. Allah SWT berfirman, ” … dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memberi maaf orang lain, dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS Ali Imran:134). Allah loves the one who can resist back his anger. Firman of Allah "...Who spend [in the cause of Allah ] during ease and hardship and who restrain anger and who pardon the people - and Allah loves the doers of good;" (Ali Imran: 134)
  5. Berlindung kepada Allah ketika marah. Nabi SAW bersabda, “Jika seseorang yang marah mengucapkan; ‘A’uudzu billah (aku berlindung kepada Allah SWT) niscaya akan reda kemarahannya.” (HR Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.). Asking protection from Allah everytime you get angry. Sabda of Nabi SAW : "When someone gets angry and said "‘A’uudzu billah" (I ask protection from Allah SWT), then his anger will be fading."(HR Ibu ‘Adi dalam al-Kaamil.)
  6. Diam. Rasulullah SAW bersabda, “Ajarilah, permudahlah, dan jangan menyusahkan. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.” (HR Ahmad). Terkadang orang yang sedang marah mengatakan sesuatu yang dapat merusak agamanya, menyalakan api perselisihan dan menambah kedengkian.
  7. Mengubah posisi ketika marah. Mengubah posisi ketika marah merupakan petunjuk dan perintah Nabi SAW. Nabi SAW bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian marah ketika berdiri, maka hendaklah ia duduk. Apabila marahnya tidak hilang juga, maka hendaklah ia berbaring.” (HR Ahmad).
  8. Berwudhu atau mandi. Menurut Syekh Sayyid Nada, marah adalah api setan yang dapat mengakibatkan mendidihnya darah dan terbakarnya urat syaraf. 
  9. Memberi maaf dan bersabar. Orang yang marah sudah selayaknya memberikan ampunan kepada orang yang membuatnya marah. Allah SWT memuji para hamba-Nya “… dan jika mereka marah mereka memberi maaf.” (QS Asy-Syuura:37).
Itulah kesembilan cara yang bisa kita lakukan untuk meredam kemarahan. Terlihat sulit tapi percayalah, jika kita berniat merubah diri kita untuk menjadi lebih baik, beberapa cara meredam kemarahan seperti yang disebutkan diatas patut dicoba. Insya Allah kita dapat termasuk ke dalam golongan seperti yang disebutkan dalam hadits riwayat Imam Ahmad, yakni mendapat imbalan indah bertemu dengan bidadari surga dan dimuliakan-Nya. 

YouTube Channel Lampu Islam: youtube.com/ArceusZeldfer
Facebook Page: facebook.com/LampuIslam

Sumber: republika 9(